Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas
Puskesmas Pulasaren turut berperan aktif dalam Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting Serentak sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita dalam mencegah terjadinya stunting sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah wilayah, keluarga, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta intervensi terhadap faktor risiko stunting.
Apa Itu Stunting?
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan saat ini dan produktivitas anak di masa dewasanya.
Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa sebelum kehamilan, kehamilan, hingga anak berusia 2 tahun, bahkan dilanjutkan dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkelanjutan.
Rangkaian Intervensi Pencegahan Stunting
Dalam pelaksanaan gerakan intervensi serentak, Puskesmas bersama kader dan lintas sektor melakukan berbagai kegiatan di Posyandu Balita pada bulan Agustus 2026, antara lain:
Penimbangan dan pengukuran berat badan serta panjang/tinggi badan balita.
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Identifikasi anak yang mengalami masalah pertumbuhan atau berisiko stunting.
Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan ibu hamil.
Edukasi mengenai gizi seimbang dan pemberian makanan bergizi.
Edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat.
Pemberian vitamin A dan suplementasi sesuai indikasi dan program.
Pencegahan serta penanganan penyakit dan infeksi pada anak.
Konseling dan pendampingan keluarga yang memiliki balita berisiko.
Penguatan peran kader dalam pemantauan kesehatan masyarakat.
Peran Keluarga Sangat Penting
Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan:
Gizi yang cukup dan seimbang
Berikan makanan beragam dengan sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, serta zat gizi lainnya sesuai kebutuhan anak.Pemantauan pertumbuhan secara rutin
Bawa anak ke Posyandu atau fasilitas kesehatan secara rutin untuk ditimbang dan diukur.Perilaku hidup sehat
Biasakan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang layak.Imunisasi lengkap
Pastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal untuk membantu melindungi dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan.
Apabila berat atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan pertumbuhan yang diharapkan, segera konsultasikan kepada kader atau tenaga kesehatan.
Bersama Cegah Stunting Sejak Dini
Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting Serentak menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan kerja sama seluruh pihak dalam mencegah stunting.
Mari bersama-sama melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta segera mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila ditemukan masalah pertumbuhan.
Pada bulan Agustus ini ada pemberian vitamin A bagi balita di Posyandu, Ayo datang dan sukseskan kegiatan baik ini.